My Way by Frank Sinatra

My Way by Frank Sinatra,

lyrics Songwriters:

Revaux, Jacques; Anka, Paul (Eng Lyr); Thibaut, Gilles; Francois, Claude;

 

And now, the end is near,

And so I face the final curtain.

My friends, I’ll say it clear;

I’ll state my case of which I’m certain.

 

I’ve lived a life that’s full –

I’ve travelled each and every highway.

And more, much more than this,

I did it my way.

 

Regrets? I’ve had a few,

But then again, too few to mention.

I did what I had to do

And saw it through without exemption.

 

I planned each charted course –

Each careful step along the byway,

And more, much more than this,

I did it my way.

 

Yes, there were times, I’m sure you knew,

When I bit off more than I could chew,

But through it all, when there was doubt,

I ate it up and spit it out.

I faced it all and I stood tall

And did it my way.

 

I’ve loved, I’ve laughed and cried,

I’ve had my fill – my share of losing.

But now, as tears subside,

I find it all so amusing.

 

To think I did all that,

And may I say, not in a shy way –

Oh no. Oh no, not me.

I did it my way.

 

For what is a man? What has he got?

If not himself – Then he has naught.

To say the things he truly feels

And not the words of one who kneels.

The record shows I took the blows

And did it my way.

 

Yes, it was my way.

——————————————————————-

 

Dan sekarang, akhir itu sudah dekat,

Dan aku akan menghadapi tirai (babak) akhir.

Teman-temanku, aku akan mengatakannya dengan jelas;

Aku akan menyatakan mengenai diriku dimana aku yakin akan hal itu.

 

Aku telah menjalani hidup yang penuh warna (utuh)

Aku telah berjalan di setiap jalan dan seluruh jalan raya.

Dan terlebih lagi, lebih jauh dari itu,

Aku melakukannya dengan cara aku.

 

Penyesalan? Aku memiliki beberapa penyesalan,

Akan tetapi sekali lagi, terlalu sedikit untuk disebutkan.

Aku melakukan apa yang harus aku lakukan

Dan aku melaluinya tanpa pengecualian.

 

Aku merencanakan setiap jalur (jalan) yang ada

Setiap langkah dengan hati-hati di setiap persimpangan,

Dan terlebih lagi, lebih jauh dari itu,

Aku melakukannya dengan cara aku.

 

Ya, ada kalanya (terkadang), dan aku yakin kau pasti tahu,

Ketika aku lebih banyak menggigit daripada mengunyah,

Namun di luar itu semua, ketika terdapat keraguan,

Aku memakannya dan memuntahkannya keluar.

Aku menghadapi semuanya dan aku berdiri tegak

Dan melakukannya dengan caraku.

 

Aku pernah mencintai, aku pernah tertawa dan menangis,

Aku telah memenuhi bagianku; tentang perasaan kehilangan.

Tapi sekarang, sebagaimana air mata menghilang,

Aku menemukan itu semua begitu menarik.

 

‘Tuk kemudian berpikir; aku melakukan semua itu,

Dan mungkinkah (bisakah) aku berkata, tidak secara malu-malu

Oh tidak. Oh tidak, bukan aku.

Aku melakukannya dengan caraku.

 

Untuk apakah seorang pria? Apa yang telah ia dapatkan?

Jika bukan dirinya sendiri – maka ia bukanlah siapa-siapa.

Untuk mengatakan hal-hal yang benar-benar ia rasakan

Dan bukanlah kata-kata dari seseorang yang tengah berlutut.

Apa yang terjadi menunjukkan aku menerima terpaan itu

Dan melakukannya dengan caraku.

 

Ya, ini adalah jalanku.

 

This entry was published on December 11, 2010 at 3:03 pm. It’s filed under Art, lyrics, Uncategorized, wisdom and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: